FKRD Faperta IPB

Entries Tagged as 'Bulletin Biru'

RAMADHAN : LAILATUL QADAR

July 11th, 2015 · No Comments

LQ

Malam Kemuliaan Malam yang Terbatas dan Sempit

Mengapa kau begitu istimewa ?
Bagaimana aku dapat menemui dirimu yang disebut-sebut mulia itu ?
Apa yang harus aku lakukan ?

Lailatul Qadar ?

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?,
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan,
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan,
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”
(QS.Al-Qadr : 1-5)

“Haa miim, Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan,
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan,
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,
(yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami…”
(QS. Ad-Dukhaan : 1-5)

Kesimpulannya, Lailatul Qadar adalah malam :
1. Diturunkannya Al-Qur’an
2. Lebih baik dari 1000 bulan
3. Ditetapkannya berbagai urusan
4. Penuh kesejahteraan

Kapan muncul Lailatul Qadar ?

“Carilah Lailatul Qadar pada hitungan ganjil dari 10 hari terakhir bulan ramadhan” (HR.Bukhari)

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan, pada sisa malam kesembilan, pada yang ketujuh, pada yang kelima” (HR.Bukhari)

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar untuk memberitahukan kami tentang Lailatul Qadar. Tiba-tiba ada dua orang dari Kaum Muslimin yang membantah Beliau. Akhirnya Beliau berkata:
“Aku datang untuk memberitahukan kalian tentang waktu terjadinya Lailatul Qadar namun fulan dan fulan menyanggah aku sehingga kepastian waktunya diangkat (menjadi tidak diketahui). Namun semoga kejadian ini menjadi kebaikan buat kalian, maka carilah pada malam yang kesembilan, ketujuh dan kelima (pada sepuluh malam akhir dari Ramadhan) ” (HR.Bukhari)

Kesimpulan dari waktu munculnya Lailatul Qadar:
1. Dapat muncul pada 10 malam terakhir bilangan ganjil yaitu malam ke-21,23,25,27,dan 29

Apa yang harus dilakukan pada Lailatul Qadar ?

Hadits berikut merupakan riwayat dari Aisyah RA

“Nabi SAW besungguh-sungguh pada 10 hari terakhir melebihi kesungguh-sungguhannya pada waktu lainnya” (HR.Bukhari)

“Nabi SAW apabila telah masuk 10 hari terakhir ramdhan, beliau mempererat sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya” (HR.Bukhari)

“Barangsiapa yang qiyam (berdiri untuk shalat malam) pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap ridha Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu” (HR.Bukhari)

“Saya bertanya : “Ya Rasulullah, bagaimana pendapat anda seandainya saya tahu malam jatuhnya Lailatul Qadar itu, apa yang harus saya ucapkan waktu itu ?”
maka ujar Nabi : “Katakanlah : “Ya Allah ! Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah aku ini”
(HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

“Saya bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan anda jika seandainya saya tahu yang mana Lailatul Qadar itu, apa yang harus aku ucapkan ?”
Beliau menjawab :” Ucapkanlah : ” Ya Allah, Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, senang mengampuni, ampunilah aku” (HR. Tirmidzi)

” Rasulullah SAW biasanya beri’tikaf pada sepuluh hari yang terakhir bulan ramadhan” (HR.Bukhari)

Kesimpulannya, Pada Lailatul Qadar disarankan untuk :
1. Meningkatkan kesungguhan beribadah
2. Menjauhi istri
3. Beribadah pada malam hari (contoh : Qiyamul Lail)
4. Mengingatkan dan mengajak keluarga tentang Lailatul Qadar
5. Membaca do’a pada Lailatul Qadar
6. Beri’tikaf

Kesimpulan Akhir :
Lailatul Qadar merupakan malam kemuliaan karena pada malam tersebut terjadi peristiwa-peristiwa besar. Kemunculan Lailatul Qadar secara pasti adalah rahasia Allah SWT namun kita mendapatkan beberapa petunjuk untuk mendapatkan malam tersebut. Allah memberikan kesempatan ampunan dosa yang telah lalu pada Lailatul Qadar, ibadah pada malam tersebut sangat disayangkan untuk ditinggalkan.


Daftar Pustaka

Al-Qur’an

Sayyid S. 1978. Fiqh Sunnah. Bandung : PT Al-Ma’arif

Syarif N. 2014. Sukses Ibadah Ramadhan : Panduan Bagi yang Tidak Mau Gagal Ibadah Ramdhan. Bandung : TSAQIFA Publishing

Shahih Bukhari-Muslim. Bandung : Jabal

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”
(QS.Al-Israa : 36)

“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”
(QS.Al-Baqarah : 147)

Share

Tags: Bulletin Biru · Uncategorized