FKRD Faperta IPB

Keistimewaan Wanita disisi Allah

May 26th, 2016 · No Comments

NgoFi (Ngobrol Fiqih) Kemuslimahan FKRD Jilid 2

Jum’at 22 April 2016
@Korpin
Keistimewaan Wanita disisi Allah
Oleh : Dinita Elyni

Ngofi 2NgoFi merupakan kegiatan salah satu program divisi kemuslimahan FKRD 2016 yang dikhususkan untuk muslimah Faperta. Agenda ini dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 11.00 – 12.45 WIB. Tema NgoFi kedua ini adalah “Keistimewaan Wanita Disisi Allah” dengan pemateri mba Dinita Elyni, beliau adalah Senior Resident angkatan 49.
Acara dimulai pukul 11.30 dengan di buka oleh MC saudari Isra AGH 51, kemudian dilanjutkan dengan tilawah oleh saudari Septi MSL 50. Selanjutnya penyampaian materi oleh mba Dinita dengan tema “Keistimewaan Wanita disisi Allah”.

Pembahasan wanita merupakan hal yang sangat menarik, lalu seperti apa wanita itu disisi Allah, wanita yang seperti apa yang istimewa disisi Allah.
Wanita …

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi

Bait syair diatas memiliki makna yang mendalam, merupakan gambaran betapa istimewanya wanita diciptakan. Tetapi berbeda halnya pada saat zaman jahiliyah. Kelahiran bayi perempuan merupakan kabar buruk. Sehingga memeliharanya adalah sebuah kehinaan dan pilihan terbaiknya adalah mengubur hidup-hidup. Menurut Umar bin Khattab, pada masa jahiliyah mereka tidak memperhitungkan hak-hak wanita sedikitpun, hingga Allah menurunkan ketentuan tentang mereka dan menetapkan hak-hak mereka.Tidak hanya Arab jahiliyah yang merendahkan wanita, bahkan para filsuf dan masyarakat Yunani, peradaban Barbar Romawi, Tiongkok, Persia, raja-raja Eropa abad pertengahan hingga abad revolusi, para Hakkom Yahudi, Gereja Khatolik, bahkan Marthen Luther sang reformer gereja.

Islam hadir dengan membantah semua kehinaan tersebut. Wanita sangat dihargai dalam ajaran Islam. Adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan terdapat pada surah An-Nisa Ayat 32.
Rasulullah Saw. bersabda : “Sesungguhnya wanita adalah belahan tak terpisah dari lelaki.”(HR Ahmad dan Baihaqi). Hadist tersebut mempertegas bahwa peran wanita itu penting, karena lelaki tak akan terpisahkan perannya oleh wanita.

Lalu Allah memberi penjelasan mengenai hak seorang wanita pada surah An-Nisa ayat 11
“Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa : 11)

Wanita juga punya hak dalam persaksian, kesaksian 2 orang wanita setara dengan kesaksian seorang lelaki, ada dalam sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Wanita di dunia sangat istimewa, bahkan bidadari syurga pun bisa cemburu pada wanita dunia. Tentu bukan berdasarkan pada fisiknya. Karena bidadari di syurga digambarkan laksana mutiara yang jernih, kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar. Wanita yang membuat bidadari syurga cemburu dengan gambaran seperti itu tentu wanita yang sangat istimewa. Lalu wanita seperti apa yang membuat bidadari syurga cemburu?.
“wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat,”

“karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata : kami hidup abadi dan tidak mati. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridho dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang-orang yang memliki kami dan kami memilikinya.”

Semoga kita termasuk wanita yang membuat bidadari cemburu ya ukhti.

Penyampaian materi berakhir, kemudian dilanjutkan dengan pemberian sertifikat dan acara ditutup.

Share

Tags: Press Release SAPA · Uncategorized