FKRD Faperta IPB

UP GRADING SAPA FKRD 2015-2016

December 26th, 2015 · No Comments

SAPA

Waktu Pelaksanaan :
Ahad , 08 Rabiul Awal 1437 H
20 Desember 2015

Alhamdulillahirabbil’alamin segala puji bagi Allah karena berkat karunia dan keberkahan rahmatnya Ahad, 20 Desember 2015 telah terlaksana upgrading SAPA FKRD 2015. Upgrading di mulai pukul 06.00 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB

Pos Pengecekan SOP
Meeting point pertama berada di korpin yaitu pos pengecekan SOP. Esensinya adalah kedisiplinan, karena setiap muslim harus disiplin mulai dari disiplin waktu, hingga disiplin dengan SOP yang telah disepakati sebelumnya. Disiplin ini perlu karena dengan disiplin insya Allah akan memudahkan dan melancarkan kegiatan dakwah yang akan diemban selama satu tahun kedepan. Harapannya dengan disiplin maka kerja-kerja dakwah akan berjalan baik dan efisien. Rapat tepat waktu dan terprogram dengan baik. Setelah pengecekan SOP maka kegiatan selanjutnya adalah sarapan bersama \[^_^]/ … perjalanan panjang, menantang, penuh gejolak sudah menanti maka persiapan diri dan perbekalan adalah keharusan (:

Pos Hafalan
Cuaca mendung tak menyurutkan langkah sobat SAPA FKRD 2015, denganpenuh semangat semua peserta bergerak menuju mesjid Alhurriyyah untuk mencharger Ruhiyah dengan shalat Dhuha, Alhamdulillah selepas dhuha keberkahan Allahpun turun mengguyur kota hujan khususnya dramaga dan sekitarnya, maka acara upgradingpun dilanjutkan ke pos hafalan ^^.. QS. As-Shaff 1-5

Pos Menjaga
Pos Penjaga
Mentaripun dengan malu-malu menampakan cahayanya perjalanan upgradingpun dimulai kembali di pos selanjutnya @lapangan jemur cikabayan atas dengan permainan menjaga nyalanya lilin dari serangan musuh. Setiap kelompok mendapatkan 1 lilin dan masing2 peserta mendapatkan 1 senjata air. Senjata air digunakan untuk memadamkan lilin lawan dengan berusaha menjaga nyalanya lilin masing-masing hingga selamat sampai tujuan. Esensinya lilin itu ibarat amanah. Amanah yang bagaimanapun harus kita jaga karena bagaimanapun dalam perjalannanya pasti akan banyak rintangan yang berusaha memadamkan/mengganggu amanah yang kita emban. Karenanya dalam berjamaah ini sangat diperlukan saling menjaga satu sama lain.. saudara mu adalah amanahmu ^^

Pos Kreatif
Pos Kreasi
Pos selanjutnya ialah pos kreasi di kebun kakao cikabayan. Disini setiap kelompok ditantang kreativitasnya dalam menyeru pada kebaikan.. dengan klue “luruskan niat” dan “kita adalah dai sebelum menjadi apapun” dan hanya dengan beberapa utas tali rafia dan karet gelang serta bahan-bahan yang sudah tersedia di alam ini peserta diminta untuk berkreasi dan men-capture apa yang mereka kreasikan serta mengupload dengan caption terbaiknya (zaman gadget).. Esensinya, di zaman teknologi yang membanjiri para pemuda muslim harapannya sobat SAPA FKRD mampu memberikan teladan yang baik dalam dunia sosial media. Tidak mengupload sesuatu yang kurang bermanfaat, bergibah di medsos, selfie yang berujung ria namun mampu mewarnai media sosialnya sebagai alat dakwah menyiarkan biah islam karena kita adalah dai sebelum menjadi apapun dan tentunya niat yang ikhlas harus di hadirkan dalam setiap langkah karena keikhlasan adalah sebuah rangkaian.. sebelum memulai harus ikhlas, saat memulai harus ikhlas, bahkan setelah kita melaksanakan sesuatupun ikhlas itu harus tetap kita jaga dan kita hadirkan.. ^^ Semangat Lillah sobat SAPA FKRD

Pos Pengorbanan
Pos Pengorbanan
Maka selanjutnya kita terus menyusuri kebun cikabayan atas bagian bawah hingga sampai di pos PENGORBANAN. ^^ di sini peserta dihadpkan pada rintangan ranjau-ranjau yang tersebar di sepanjang track. Siapa yang terkena ranjau maka ia mati (hanya dalam games ^^). Disini perlunya strategi dan pengorbanan karena dalam berdakwah kita butuh strategi dalam mencapai tujuan dakwah kita, visi dakwah yang berujung Ridho ilahi dan jangan lah engkau terheran-heran dan terkaget-kaget ketika dalam perjalan dakwah engkau harus berkorban banyak untuk dakwah ini. Seperti kutipan taujih alm ust. Rahmat Abdullah yang akan dihadirkan di akhir.. yuk simak terus :3

Pos Mencari Rezeki
Pos Mencari Rezei
Kita lanjut ke pos mencari rezeki \[^_^]/ caranya peserta mengambil memindahkan air dengan alat gelas pelastik, dan tali rafia namun peraturannya adalah ketia membawa tidak boleh menggunakan kaki atau tangan. *nah lho* kebayang kan betapa serunya ^^.. lalu esensinya apa?? Esensinya adalah butuh kesabaran yang besar dalam berdakwah, apapun situasi yang dihadapi. Saat mulai lelah dengan hasil yang sedikit teruslah berusaha karena Allah tidak pernah melihat hasil ia akan menilai usaha yang kita lakukan. Dan proses takan pernah mengkhianati hasil. Semangat berproses!! Hamasyah!! Selain itu KERJA SAMA adalah keharusan dalam mewujudkan visi bersama.. :3

Pos Ukhuwah
Pos Ukhuwah
Yuk lanjut ke pos selanjutnya ialah pos ukhuwah. Semua peserta harus berjalan jongkok dengan mata tertutup serta bergandengan tangan.. tantangannya dengan waktu yang sempit semua peserta harus berjalan beriringan hingga tempat tujuan. Dalam perjalannan banyak yang kelelahan dan kesakitan kakinya, tapi permainan teatap lah permainan yang harus diselesaikan, berjuang hingga mencapai tujuan. Akhirnya semua membentuk lingkaran ukhuwah, merenung dan doa rabithoh yang dipimpin oleh Adi N. W.

Esensinya, kita disini di FKRD sama-sama memiliki target/tujuan yang harus dikejar, tapi jangan lupakan teman-teman perjuangan disekitar kita. Apakah mereka masih bersama kita? Bagaimana keadaannya? Apakah baik-baik saja ataukah penuh luka?

Ukhuwah
Yang lebih kuat jangan berlari sendiri, kuatkan yang lain dengan cara terbaik. Yang agak lemah, jangan juga menjadi beban bagi yang lain.. tetaplah berusaha..

Berproseslah dalam dekapan ukhuwah, persadaraan yang merupakan akibat dari iman.
1. Ta’aruf (saling mengenal)
2. Tafahum (saling memahami)
3. Takaful (saling menanggung beban)
4. Itsar (saling mendahulukan kepentingan saudaranya).

Tes
Waktunya bersih-bersih, break shalat dan makan siang \[^_^]/.. apapun kegiatan kita ketika adzan berkumandang maka tidak ada yang lebih penting melainkan memenuhi panggilannya.. acarapun dilanjutkan dengan acara yang sempat tertunda yaitu tes hafalan dan tes tertulis seputar Al-Quran hoho… Ini begitu penting karena Al-Quran adalah pedoman hidup kita bukan. Dan dalam setiap perjalanan maka kita tidak boleh meninggalkan pedoman. Kedua, kemampuan bahasa arab penting untuk memudahkan kegiatan menghafal dan tadabbur Al-Quran. Dan yang ketiga perhatikanlah hal-hal kecil yang ada disekeliling kita sekecil apapun itu menurut anggapan kita karena bisa jadi “hal kecil” itu menjadi penentu keberhasilan kita. Contohnya kalo di games adalah harokat di akhir ayat yang sering kita lupakan sehingga bingung ketika kita menuliskannya :3

Pelantikan
Pelantikan
Dan acara selanjutnya di tutup dengan pelantikan pengurus FKRD 2015
dan foto bersama serta doa yang penuh khidmat..

……………………………………………………………………………………………………………………..

Memang seperti itulah dakwah…

Dakwah adalah cinta…
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu…
Sampai pikiranmu, Sampai perhatianmu, Berjalan, duduk, dan tidurmu…
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah, tentang umat yg kau cintai…

Lagi-lagi memang seperti itu…
Dakwah, menyedot saripati energimu…
Sampai tulang belulangmu…
Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu…
Tubuh yg luluh lantak diseret-seret…
Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari…

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya, mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasapun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih tragis.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga hasrat untuk mengeluh tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karyabesar.

Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu merekarasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati,
“ya Allah, berilah dia petunjuk, sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang”

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta Mengajak kita untuk terus berlari.

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya
harus mengalah.

In memoriam Ust. Rahmat Abdullah

Share

Tags: Press release FKRD Biru · Press Release SAPA · Share · Uncategorized