FKRD Faperta IPB

FRESH for KKN-P: sudah siap mengabdi?

June 8th, 2015 · No Comments

Kegiatan Fresh for KKN-P yang diselenggarakan oleh FKRD merupakan sebuah suplemen bagi mahasiswa 49 yang tahun ini akan melaksanakan KKN-P. Acara yang dipandu oleh Dhanang Ajie (AGH49) ini diselenggarakan di RK Pinus 2 pada hari Kamis (4/06) dari pukul 18.30-20.50 dan dihadiri oleh sekitar 40 mahasiswa Fakultas Pertanian.

11350402_10204254876516750_8313533565949209875_n
Acara inti dalam kegiatan ini menghadirkan dua pembicara yang memiliki track record mengagumkan dalam perjalanan KKPnya di tahun lalu. Pembicara yang pertama adalah Mirza Ramadhana Putra (AGH48) yang tidak lain adalah Ketua BEM Faperta periode 2014, sedangkan pembicara kedua adalah Burhan Efendi, ketua FKRD periode 2014.

Kak Mirza, begitu kami memanggilnya, memaparkan bahwa untuk merancang kegiatan KKN-P yang sukses, hal yang pertama harus kita kerjakan adalah meluruskan niat, dan harus memiliki visi yang jelas. Setelah niatnya lurus, kita harus pandai mengambil hati warga di desa yang kita tinggali selama KKN-P, usahakan kenal dengan tetangga-tetangga, bangun kehangatan, sering silaturahim, insyaaAllah janji Allah tidak pernah bohong, yakni bahwa silaturahim akan melancarkan rezeki kita. Tidak jarang kelompok KKP Kak Mirza mendapat undangan makan di rumah warga ataupun diantarkan makanan ke basecamp mereka. Kuncinya ya itu, take the heart. Hal ketiga yang harus kita miliki adalah jiwa yang aktif dan kreatif. Aktif, karena jangan sampai kita selama dua bulan tinggal di desa malah lebih banyak tidurnya. Warga itu sesungguhnya menanti gebrakan, ajakan dan program-program dari mahasiswa. Banyak dari mereka yang menggantungkan harap pada mahasiswa. Kreatif, karena kita dituntut untuk mengadakan sesuatu yang membuat warga merasa tertarik untuk ikut. Kreativitas kita juga dapat menciptakan kesan tersendiri agar KKN yang kita lakukan dikenang oleh warga sekitar.
10358549_10204254879996837_6393752920766417655_n
Hal yang membuat track record KKP Kak Mirza begitu mengagumkan adalah keberlanjutan program yang dilakukan. Saat KKP tahun lalu, Kak Mirza beserta timnya memperkenalkan pepaya calina dengan menanam ±300 bibit pepaya calina di desa tempat progra KKP dilaksanakan. Program itu dijalankan melihat adanya beberapa lahan yang tidak produktif yang sebenarnya dapat dimanfaatkan. Setelah program KKP usai, Kak Mirza beserta tim selalu menyempatkan diri berkunjung ke Indramayu (penempatan KKP Kak Miza beserta tim) setiap bulannya, baik untuk bersilaturahim ataupun untuk melihat perkembangan penanaman pepaya calina. Sekarang alhamdulillah sudah ±1300 pohon pepaya calina yang dibudidayakan di desa tempat Kak Mirza dan tim KKP tahun lalu.

Berbeda dengan pembahasan Kak Mirza, Kak Burhan sebagai pembicara kedua lebih menekankan pada poin pelurusan niat. Ingat hadist arbain nomer pertama? Yap. Setiap amal tergantung pada niatnya. Akan sangat sayang sekali jika kita melakukan suatu hal yang besar, seperti program KKP misalnya, namun tidak dilandasi oleh niat yang benar. Dan syarat sebuah amal diterima adalah amal itu dikerjakan dengan ikhlas (karena Allah) dan benar (mengikuti sunnah Rasul). Begitu penting urusan niat ini sampai-sampai Kak Burhan mengisi ¾ slidenya dengan bahasan niat.
11427243_10204254880836858_1729210072964055198_n
Mengenai kegiatan selama KKP, Kak Burhan beserta timnya lebih banyak bersinggungan dengan anak-anak, hal ini disebabkan potensi pertanian yang ada di Kecamatan Cikaum Barat, Subang, tempat diamana Kak Burhan ditempatkan saat KKP, sedang berada pada fase tidak menghasilkan. Kak Burhan beserta tim bekerja sama dengan Ikatan Remaja Masjid di desa, membuat edukasi untuk anak-anak mengenai pertanian berbasis islam, mengajak senam sehat, gerakan tilawah saat hari jum’at, sampai puncaknya dalah lomba cerdas cermat pertanian berbasis islam

Hal yang mengagumkan dari kegiatan Kak Burhan beserta timnya adalah adanya publikasi ke media massa seperti artikel online di eramuslim atau dakwatuna, sehingga kegiatan KKP mahasiswa IPB yang berdasar pertanian dan berbasis islam dapat terekspos ke khalayak umum. Hal ini menjadi sarana untuk mahasiswa-mahasiswa lain terutama yang akan menjalani KKP agar mendapat inspirasi dan gambaran mengenai kegiatan dan inovasi-inovasi yang dapat dijalankan selama di desa nanti.
11351194_10204254878916810_776129778290504965_n
Kegiatan Fresh for KKN-P ini selain menghadirkan dua kakak tingkat yang pengalaman KKP nya sangat menarik, juga menghadirkan motivasi-motavasi singkat dari ketua himpro di lingkup Faperta. Ada Ahya (ITSL49) sebagai ketua HMIT, Angga (AGH49) sebagai ketua Himagron, Salim (PTN49) sebagai ketua Himasita, dan Dani (ARL49) sebagai ketua Himaskap. Keempat ketua himpro ini sama-sama menyampaikan mengenai pentingnya sinergisitas antara anggota-anggota tim KKN-P, karena nantinya kita akan membawa satu nama Fakultas Pertanian, membawa satu nama IPB.
11427704_10204254878316795_5287193189489175766_n
“Selamat mengabdi adik-adikku, buat ibu pertiwi bangga padamu..” kalimat penutup dari Kak Burhan diakhir slidenya membuat kita bertanya, Jadi, apakah sekarang sudah siap untuk KKN-P? Mari sama-sama berjuang kawan! (SAM)

Share

Tags: Press release FKRD Biru · Uncategorized