FKRD Faperta IPB

Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 14 Februari 2014

March 29th, 2014 · No Comments

1926655_10201479454737546_939068103_n

Bismillahirrahmanirrahim..

FKRD bersama-sama LDF dari seluruh fakultas di IPB, termasuk IKMT, DEMUSH dan LDK Al Hurriyyah melakukan aksi GEMAR (Gerakan Menutup Aurat) berupa pawai syiar yang dilakukan dengan rute Audit Sylva pertamina – CCR – Asrama Putri TPB – Fakultas Pertanian – berlin – bara dan bateng.
Ba’da ashar massa mulai bergerak dari depan Audit Sylva Pertamina setelah dilakukan briefing, pembukaan dan doa. massa yang terdiri lebih dari 50 orang ini sambil meneriakkan jargon HTA (Hari Tutup Aurat) yang berbunyi “we care, we share, let’s cover the aurat” juga merubah lirik lagu jagalah hati menjadi “Tutuplah aurat, jauhi maksiat, agar selamat, dunia akhirat. Tutuplah aurat, sebelum terlambat, wahai ikhwan dan akhwat.”
Setelah massa tiba di depan Asrama Putri TPB, diberikan orasi singkat dari perwakilan KAMMI. Sebagian massa melanjutkan aksi ke arah Fakultas Pertanian dan sebagiannya lagi tetap di sekitar asrama putri untuk membagikan jilbab, permen tausyiah, pembatas buku, dan stiker mengenai HTA.
Setelah sampai di sekitar pangkalan ojek dekat berlin, ada penyampaian orasi lagi dari bagian Keputrian Al Hurriyyah. Sebagian massa bergerak ke media center dan membagikan amunisi di sekitar Faperta, sebagian yang lain bergerak ke arah cyber merpati, dilakukan lagi orasi dan ajakan menutup aurat bukan hanya untuk perempuan tapi untuk laki-laki juga.
Massa dipecah lagi untuk membagikan amunisi ke daerah bara dan bateng. Tim dari faperta mendapat tugas untuk membagikan amunisi di daerah bateng. Dengan membawa berbagai poster, jilbab yang siap dibagikan, dan stiker ajakan untuk menutup aurat, rombongan faperta berjalan menyusuri jalanan bateng sambil terus menerikkan jargon HTA dan memberikan ucapan selamat hari tutup aurat pada orang-orang yang ditemui. Jilbab yang dibawa tim berkurang satu demi satu karena diberikan pada perempuan yang terlihat belum memakai jilbab. Dan ternyata yang antusias menerima jilbab yang dibagikan bukan hanya dari kaum perempuan saja, ada seorang bapak yany minta diberi jilbab, untuk istrinya, katanya.
Nah, selain menggemakan hari tutup aurat, tim juga membawa kotak donasi untuk korban akibat bencana gunung kelud yang meletus.
Setelah semua amunisi habis terbagikan, setelah suara-suara serak meneriakkan jargon dan ajakan menutup aurat, semua massa yang dipecah berkumpul kembali di sekitar koridor pinus untuk evaluasi.
Dari hasil evaluasi dapat diketahui pula jumlah dana untuk korban bencana akibat meletusnya gunung kelud yang terkumpul lebih dari satu juta rupiah dan mungkin akan terus bertambah.

Sebagai penutup, sejujurnya hari tutup aurat bukan hanya tanggal 14 februari, karena tiap hari pun kita wajib menutup aurat. Jadi, teruslah gemakan ajakan untuk mejutup aurat tiap waktunya, dimanapun, pada siapapun.

We care, we share, let’s cover the aurat.

Keputrian FKRD.

‪#‎GerakanMenutupAurat‬ ‪#‎14Februari2014‬ ‪#‎FkrdIPB‬ ‪#‎FSLDKI‬‪#‎HariTutupAurat‬

Share

Tags: Press release fun · Uncategorized