FKRD Faperta IPB

Press Release FGI FKRD

March 17th, 2013 · No Comments

IBF ku bersama FKRD SERUU

Alhamdulillah, pada hari Sabtu tanggal 9 Maret 2013 FKRD telah melaksanakan kegiatan FGI (Faperta Goes to IBF). Kegiatan yang telah disusun 1 minggu sebelum hari H ini akhirnya berjalan dengan lancar. Kegiatan ini diikuti oleh 29 peserta. Beberapa peserta beberapa peserta berasal dari FKRD dan sebagian lagi berasal dari mahasiswa faperta, non faperta, mahasiswa pasca sarjana bahkan masyarakat umum.
“Manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang Maha Berkehendak”
Awalnya kami akan berangkat dengan menggunakan mini bus, namun karena hal yang tidak terduga yaitu terjadi permintaan peserta yang melonjak, akhirnya terpaksa kami mengalihkan transportasi keberangkatan dengan menggunakan angkutan umum (read: ngeteng). Sekali lagi “Manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang Maha Berkehendak” beberapa menit kami menunggu kehadiran peserta yang belum hadir kemudian kami mendapat kabar bahwa sebagian dari peserta yang telah mendaftar memilih untuk mengundurkan diri. Akhirnya dengan pemberitahuan yang sangat mendadak, kami memutuskan untuk pergi dengan menggunakan mini bus. Tepat pukul 7.15 pagi, kami berangkat dengan menggunakan 2 angkutan umum sampai terminal Baranang Siang yang kemudian disambung dengan mini bus hingga sampai Istora Senayan Jakarta. Sekitar satu jam lebih kami meniikmati indahnya pemandangan Bogor – Jakarta, menikmati indahnya ciptaanNya, menghirup segeranya udara pagi hari, menikmati cerahnya awan, merasakan hangatnya sinar mentari dan menikmati sejuknya hembusan angin. Semua keindahan alam ini merupakan ciptaan Allah yang menunjukkan kekuasaanNya. Tepat pukul 9.45 akhirnya kami sampai dipelataran Istora Senayan Jakarta. Suasana keramaian di sekitar Istora Senayan terasa sangat ramai. Hiruk pikuk orang yang berlalu lalang tak kunjung habisnya. Semuanya semangat untuk berburu mendapatkan barang-barang yang akan dibeli tentunya dengan harga yang sangat miring menukik tajam. Namun sebelum melakukan perburuan, kami sempatkan untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan untuk FGI tahun ini.

Empat jam lamanya kami mengelilingi Istora Senayan Jakarta. Jalan yang berdesak-desakan, udara yang pengap namun tetap sejuk tidak menurunkan semangat kami untuk mendapatkan buku-buku islami yang insyaAllah akan bermanfaat untuk dunia akhirat. Acara yang tak kalah serunya adalah bedah buka “Udah Putusin Aja” yang diisi oleh Felix Siauw. Acara ini sangat menarik terbukti dari banyaknya peserta yang menghadiri acara tersebut. Lapangan bulu tangkis yang dijadikan tempat panggung, padat dipenuhi penonton, tak lupa tribun pun sarat dengan penonton yang tak kalah semangatnya mengikuti materi seminar. Istora Senayan sudah mirip dengan lautan manusia.

Hanya waktu yang membatasi perburuan ini. Tepat pukul 14.30 kami berkumpul di tempat parkir. Masih ada satu agenda lagi yang harus kami lakukan yaitu shalat ashar di Masjid Istiqlal. Tepat pukul 15.00 kami sampai di pelataran parkir masjid Istiqlal. Masjid yang katanya sering dihadiri oleh para pejabat itu terlihat gagah dengan bentuk bangunannya yang tidak biasa. Sekitar 30 menit sebelum adzan kami mencoba menikmati pemandangan luar masjid dengan sangat seksama, sesekali kami berpose didepan beberapa lokasi. Lumayan, untuk kenang-kenangan. Tidak terlalu banyak pengunjung saat itu, hanya beberapa orang yang berlalu lalang. Pukul 15.25 adzan berkumandang. Sesegera mungkin kami masuk ke dalam masjid untuk mengambil air wudlu. Begitu pertama menginjakkan kaki di ruang utama shalat, tak henti-hentinya kami berdecak kagum. Perlahan kesejukan menyusup ke dalam kalbu. Kami bertasbih dan memuji keagunganNya. Rumah Allah yang begitu indah dan megah. Dibangun dengan pilar-pilar yang begitu kokoh.
Masjid Istiqlal adalah masjid negara Republik Indonesia yang terletak di pusat ibukota Jakarta. Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno dimana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan.
Lokasi kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas). Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah.
Selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik, dan sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini setelah sebelumnya mendapat pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlal, meskipun demikian bagian yang boleh dikunjungi kaum non-Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu. (Wikipedia, 2013)
Pukul 15.45 setelah selesai shalat ashar berjamaah, kami segera bersiap-siap untuk pulang. Namun ada moment yang tidak boleh ditinggal, foto-foto. Kami mengambil beberapa klik foto sebelum pulang. Tepat pukul 16.00 bus kecil kami pergi meninggalkan Masjid Istiqlal. Dan tepat pukul 18.00 kami sampai di IPB tercinta.

Share

Tags: Press release fun · Uncategorized